Buscar

Páginas

Mutiara Hadis Imam Musa Al-Kazhim



§                    “Katakan yang hak, walaupun akan mendatangkan kerugian kepadamu.”
§                    “Jika engkau menjadi seorang pemimpin yang bertakwa, maka seharusnya engkau bersyukur kepada Allah atas anugerah ini.”
§                    “Bersikaplah tegas dan keras terhadap orang-orang zalim sehingga engkau dapat merebut hak orang-orang mazlum (yang teraniaya) darinya.”
§                    “Kebaikan yang utama adalah menolong orang-orang yang tertindas.”
§                    “Dunia ini berkulit halus dan cantik, ibarat seekor ular. Namun, ia menyimpan racun pembunuh di dalamnya.”

 

 

]Rujukan

 al-Musawi, Muhammad. Mazhab Syiah: Kajian Al-Quran dan Sunnah. Bandung: Muthahhari Press

0 comments:

"Jika aku TIDAK menulis dengan jari, maka aku akan menulis dengan HATI,..aku tidak pandai berbahasa sastera maka aku BERUSAHA berbahasa TAKWA..menulis bukan untuk mengkayakan BAHASA tapi menulis untuk melakar IMAN didalam jiwa... >>Biarlah sekalipun kita tidak TIDAK HEBAT menulis,..yang penting setiap ILMU yang disampaikan terus ditulis, menulislah sesuatu yang PERLU,..jangan menulis mengikut mahu, apabila kita sentiasa MANFAATKAN sesuatu yang ada disisi, secangkir pena sekalipun banyak memberi ERTI kepada yang memerlukan".








Jumaat, 7 September 2012

Mutiara Hadis Imam Musa Al-Kazhim



§                    “Katakan yang hak, walaupun akan mendatangkan kerugian kepadamu.”
§                    “Jika engkau menjadi seorang pemimpin yang bertakwa, maka seharusnya engkau bersyukur kepada Allah atas anugerah ini.”
§                    “Bersikaplah tegas dan keras terhadap orang-orang zalim sehingga engkau dapat merebut hak orang-orang mazlum (yang teraniaya) darinya.”
§                    “Kebaikan yang utama adalah menolong orang-orang yang tertindas.”
§                    “Dunia ini berkulit halus dan cantik, ibarat seekor ular. Namun, ia menyimpan racun pembunuh di dalamnya.”

 

 

]Rujukan

 al-Musawi, Muhammad. Mazhab Syiah: Kajian Al-Quran dan Sunnah. Bandung: Muthahhari Press

0 ulasan: